Mbah Marijan…..Siapa yang tidak kenal sosok beliau. Menurut saya Mbah Marijan adalah sosok yang fonomenal. Dari pelosok Desa Kinahrejo, salah satu desa di lereng Gunung Merapi, Kecamatan Cangkringan, Klaten, Jawa Tengah di situlah Mbah Marijan tinggal.

Karena keteguhan hati dan kekuatan instingnya Mbah Marijan menjadi juru kunci sekaligus bintang iklan yang hebat. Insting beliau begitu kuat, terbukti beberapa waktu yang lalu prakiraan badan volkanologi pun masih dikalahkan dengan kekuatan lnsting seorang Mbah Marijan.

Tentunya dengan fakta dan pengalaman diatas akan bertambah banyak yang meyakini sekaligus menjadikannya panutan khususnya masyarakat didaerah tersebut. Kaum intelektualpun mulai meyakini bahwa Mbah Marijan mempunyai ” kekuatan “ khusus.

Lalu apa yang terjadi satu bulan terakhir ini media gencar memyampaikan berita kegiatan Gunung Merapi , mulai dari status waspada, siaga,awas… sampai pada akhirnya Gunung Merapi mengeluarkan kekuatanya..buum…buuum….Sosok Mbah Marijan masih teguh dengan pendirianya yang tidah mau untuk di ungsikan ke tempat yang jauh dari bahaya.Semua mata tertuju pada kabar meletusnya Gunung Merapi, semua hati miris dengan kedahsyatan Merapi.

Tetapi kabar tentang Gunung Merapi itu sangatlah singkat ketika di media memberitakan Mbah Marijan masih misterius keberadanya. Di tambah lagi dengan kabar ada 15 mayat bergelimpangan di sekitar rumah Mbah Marijan dengan kondisi mengenaskan. Inilah namanya bunuh diri..inilah namanya mati konyol . Hanya karena seorang Mbah Marijan masyarakat tidak mengindahkan peringatan tentang bahaya yang sudah nyata didepan mata, lebih disayangkan lagi diantara mayat itu adalah wartawan media online yang seharusnya lebih mengedepankan rasionalisme berfikir dari pada mengikuti Mbah Marijan.

Tidak sampai disitu fonomena Mbah Marijan , diantara puing puing rumah yang hancur tebakar oleh ” WEDUS GEMBEL”dan diantara mayat mayat yang bergelimpangan terkena abu volkanik yang suhunya mencapai 600 derajat celcius, ternyata Mbah Marijan masih bertahan hidup.

“Mbah Maridjan selamat, tapi dalam kondisi lemas,” kata anggota TNI, Kolonel (Laut) Pramono di lokasi pengungsian di Hargobinangun, Sleman, Senin (26/10/2010). Pramono merupakan salah satu personel tim evakuasi yang ikut menyisir rumah Mbah Maridjan sekitar pukul 22.00 WIB tadi (detiknews)

Tentunya ini nanti akan menjadi berita besar tentang Mbah Marijan. Beliau akan lebih tenar lagi, kita harus mengakui, tetapi lebih dari itu kita harus mengakui bahwa Kekuatan dan Kekuasaan Allah SWT adalah Maha Besar.Tetapi bagaimana yang sudah terlanjur mati….?