Fogging,…hari ini didaerah saya telah dilakukan fogging katanya untuk membasmi nyamuk demam berdarah ( Aedes Aegypti ) Pagi pagi ada pemberitahuan bahwa lingkungan saya akan dilakukan fogging. Sudah 1 jam lebih saya menunggu petugas, tetapi belum datang juga . Kelihatanya saya harus menunggu giliran, karena ketika saya keluar rumah ada suara dan asap mengepul putih dirumah tetangga saya yang kira-kira jauhnya 100 m dari rumah saya.
Saya berfikir bahwa mungkin giliran fogging dirumah saya bisa jadi setengah jam lagi. Karena pagi itu perut saya minta di isi kemudian saya masuk lagi kerumah langsung menuju dapur untuk merebus mie se*** soto makanan kesukaan saya.Saya siapkan mie se*** soto dan satu telur untuk saya rebus. Belum sempat mendidih air yang saya rebus tiba-tiba dari depan rumah terdengar suara druuuuuuummmmmm….dan di ikuti dengan asap putih mengepul . Ketika itu saya kaget dan bingung karena asap putih dengan bau yang khas telah memenuhi semua isi ruangan rumah saya. Kemudian saya bergegas untuk keluar rumah dengan tujuan menghindari asap tersebut. Saya cuma bergumam, seperti pengasapan terhadap tikus sawah. Tanpa ba..bi..bu…lansung terjang masuk rumah dan asap disemprotkan

Yang saya pertanyakan efektifkah fogging yang dilakukan ini ? Sungguh pemerintah ” TERLAMBAT ” sudah sebulan yang lalu ada kasus DBD di tempat saya. Seharusnya fogging dilakukan sebelum ada orang yang terkena DBD atau ketika musim hujan sudah mulai datang. Mestinya yang dilakukan sekarang ditempat saya adalah pembagian obat flu gratis untuk mencegah wabah influenza.
Lagi pula apa sasaranya dilakukan fogging , nyamuk dewasakah, jentikkah. Bisa jadi nyamuk dewasa akan mati tapi jentik nyamuk apakah akan mati juga. Jawabnya tentu tidak mungkin jentik akan mati, dan tinggal menunggu waktu 9-10 hari beribu-ribu jentik akan berkembang menjadi nyamuk dewasa.
Seharusnya yang terpenting adalah pemberantasan sarangnya. Seharusnya pihak terkait memberikan penyuluhan untuk pemberantasan sarang nyamuk. Bukan cuma dilakukan fogging yang tidak nyata efektifitasnya. Apalagi masyarakat harus berkontibusi sebesar Rp. 5.000,- Sudah berapa banyak biaya yang terkumpul, masih sangat efektif bila biaya tersebut dibelikan konsumsi untuk kerja bakti membersihkan sarang nyamauk di sekitar rumah.
Kesimpulanya adalah fogging sangatlah tidak efektif, sudah membuat rumah berbau, tidak bisa mengendalikan perkembangbiakan nyamuk, menghabiskan dana pila. Huuh….